Aku melihat ibu ku tidak bersama ayahku. Kenapa aku harus mengintip Mamahku sendiri, oh sungguh anak yang tak tahu diri.Aku gelisah merasa bersalah apa yang aku lakukan. Bokep Jilbab/Hijab “Uhhh ayo sayang kamu nga-nga.” suruh om-om itu. geliii…” Rintih ibu ku sambil bergelenjang nikmat dan gerakan yang tidak teratur dan nafas tersengal-sengal, membuat ibuku mengayun-ngayun kan kakinya ke atas.bak seperti mengayuh sepeda. jemput aku yah..” Kata ibu ku dalam pembicaraan di hand phon-nya.Rupanya Ibu mau berangkat bersama lelaki lain dan bukan Ayah tiriku.“Ibu berangkat sama siapa.?” Tanyaku. Namun aku tidak memperdulikan, karna aku memang bebas lepas tampa ikatan apapun dari orang tuaku maupun dari pacarku Rian.Memang seminggu sebelumnya. Rasa jantung ini berdebar kencang, saat-saat aku membuka daun pintu itu, secara perlahan-lahan.




















