“Mumpung lu masih muda loh…”, bujuk Florensia. Karen diminta berpose sambil menenggak jus orange tersebut. Bokeplive Florensia sangat kecewa, ia telah berhubungan intim dengan sang pacar namn sang pacar terus menyangkal. “Lanjut dong sis…”, jawab Karen dengan gembira. Seakan seperti hati pecah berlebur-lebur, Karen langsung menangis. Timing yang harus mereka kejar adalah dua jam, minimal paling tidak bisa satu jam setengah agar film mereka bisa diterima.“Bagus!”, kata Florensia yang sedang merekam. “Pokoknya kamu entar tungguin aja bayarannya, pasti mantap dah…”, lanjut Florensia. Karen semakin tertarik, apalagi Florensia memberitahunya bahwa ada fee jika mengajak gadis lain ikut bekerja di sana. “Jadi, mulai besok kamu sudah bisa bekerja di sini…”, kata Florensia setelah remaja itu selesai menandatangani surat kontrak kerja yang hanya sekilas ia baca itu. Covernya terpampang gadis belia dengan hanya




















