Dia mengajak Eki untuk membantu bersih-bersih rumah kami. Nafasku terengah-engah tidak karuan. Bokeb Mungkin di sanalah kontol Eki akan dijepit dengan maksimal, pikirku tanpa pertimbangan.Eki sadar apa yang kulakukan. Badannya penuh keringat. Malah jadi kangen sama kamu. Bu, maafkan saya ya, Bu,” jawab Eki hampir tak kedengaran.Tangannya gemetar di atas perutku. Jelli itu kuoleskan ke seluruh batang Eki, dan sebagian kuusap-usapkan ke sekitar lobang pantatku. Dadaku besar dan pantatku membusung. Bahkan kali ini, aku ikut jatuh terduduk di pangkuannya. Eki gelagepan. Ini Bu Veronika. Maklumlah, aku khan ibu-ibu yang semlohai, hehehe.Selain bapak-bapak, ada juga pemuda dan remaja yang sering bermain di rumah. Aku tidak berani bertanya pada suamiku. Dan jelas sesuai dengan waktu kejadian, ini adalah anak Eki, si anak SMP yang belum cukup umur. Jelas si Eki tidak terlalu




















