“Oughhhh…Ssshhhhh!”“Hmmmppp…!” Semakin kencang gerakan jariku semakin banyak Lia mendesah meski mulutnya tersumpal oleh kemaluanku, tapi aku tahu ia sangat menikmati permainan jemariku ini.Tiba-tiba, Lia melepaskan pegangan tangan dan isapannya dari penisku, “Ahhhhhhh..Ri gak tahan nih, aduhhhh….aduhhhh…..!” Ia mengocok vaginanya sendiri dengan jarinya, mencolok-colok cepat tanda ia hampir sampai.Namun muncul niatan jahilku, aku langsung menarik dua tangannya keatas, Lia pun meronta-ronta, “Ariiii..jangan Ri, Lia gak kuat lagi…mau keluar..ahhhh..Ri!”Melihat wajahnya merengek-rengek seperti itu akhirnya membuat nafsuku naik kembali. Bokep Montok Huh… untung saja tidak ketahuan tadi kalau sebenarnya sempat terbersit lamunan jorok di otakku dikarenakan menatap wajahnya yang cantik. Lia mengaduh dan berdesis…Bersamaan dengan itu aku langsung menggerakkan batang kemaluanku di vaginanya dengan cepat.


