Tapi ia dingin sekali. Ia tidak melanjutkan kalimatnya.Aku tersenyum. Bokepindo kataku makin berani.Kemudian aku merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Betulbetul keras. Membuka celanaku danbajuku lalu gantung di kapstok. Mobil bergerak pelan, akumasih melihat ke arahnya, untuk memastikan ke manaarah wanita yang berkeringat di lehernya itu. Baunya memang agak lain,tetapi mampu membuat seorang bujang menerawanghingga jauh ke alam yang belum pernah ia rasakan.Dik.., jangan dibuka lebar. Sebantar lagi MbakMona yang punya salon ini datang, biasanya jam seginidia datang.Aku langsung beresberes dan pulang. Aku perhatikania sejak bangkit hingga turun. Ia memulai pijitan. Shit! Tetapi eh.., diamdiam iamencuri pandang ke arah juniorku. Laluasyik membuka tabloid.




















