Tak satupun terdengar suara kecuali suara kami berdua dengan suara TV. Bahkan seringkali dia mentraktirku.“Nis, aku senang sekali bertemu denganmu dan memang sudah lama kucari-cari, maukah kamu mengingap barang sehari atau dua hari di rumahku?” katanya padaku sambil merangkulku dengan erat sekali. Bokep Tante Aku mencoba merapatkan badanku pula, lalu mengelus tangannya dan merangkul punggungnya, sehingga terasa hangat sekali.“Apa kamu serius? Belum aku sempat menemukan alasan tepat, maka“Nis, masih ingat janjimu tadi malam? Seandainya aku juga mempunyai istri seperti dia, pasti aku tidak bisa ke mana-mana“Eh, kok malah melamun. Aku tidak mau sama sekali memaksamu, lagi pula aku sudah cukup senang dan bahagia kamu bersedia menemaniku nonton sampai selarut ini.Ayo kita masuk tidur” katanya sambil mematikan TV-nya, namun sebelum aku menutup pintu kamarku, aku melihat sejenak ia sempat memperhatikanku, tapi aku




















