Hidup serasa jalan tol, tanpa rintangan, mulus tanpa gejolak, penuh aturan. Kami berpandangan sebentar. Bokep Aku tersenyum kembali. Tangan ibu itu mulai duluan, menyusup di bawah sweater, mencari “adikku” yang mulai tegang lagi. Aku segera membuka mataku untuk menegur orang tuanya. Perjalanan yang panjang menuju Yogyakarta.————Aku melirik jamku. Sialan. Aku paling suka gelap. 14A. Aku langsung tanggap. Airnya menetes membentuk alur di kaca jendelaku. Semakin cepat. Aku merasakan dadaku berdentum-dentum. Aku langsung tanggap. Aku kembali mengelus pahanya. OOoh, mantab.“Besar …..,” desisnya. Tangannya masih tetap mengelus penisku, tapi sungguh, tangan itu tidak mampu membuat aku nikmat terus-menerus. Aku merasakan lipatan vertikal. Bus tadi baru saja berhenti di tempat makan.











