Sampai suatu hari, hari itu hari Rabu pagi kira-kira jam 10.00, dia datang dengan tergesa-gesa masuk ke dalam salon sambil mencariku.“Mana Rully, mana Rully..” katanya.“Ya Bu.. Bokep SMA aduh.. Bapak, Ibu, supir yang kebetulan adalah suami saya sendiri dan saya sendiri.. Lagi-lagi aku mulai menilai setiap wanita yang aku temukan.Umurnya kira-kira sekitar 30 tahun dan dia belum punya suami, entah kalau menikah, aku tidak tahu sudah apa belum. Kali ini aku sudah kepalang nekat, kumasukkan kedua tanganku ke dalam belahan dadanya dan menyentuh kedua buah kembarnya, dan kuusap keduanya dengan memutar arah keluar. Kalau bisa kan enak ya.”“Nggak berani Bu saya, nanti kalau ketahuan dimarahin. eenak.. Aku tidak boleh putus asa, aku harus melanjutkan sekolah sampai mendapat gelar sarjana, tekadku sudah bulat.




















