Ibuku menangis meraung-raung. Kira-kira sebesar bola tennis. Bokep indo Fitri sayang sama Mas Pri.. tahan sedikit ya..” kataku.Lalu aku menarik pantatku dan menekannya secara perlahan-lahan. masih pemula sekali. Kutekan lagi. Kukecup lehernya sambil kuremas-remas dadanya. Aaahh segarnya. ya.. Dadanya berguncang-guncang.“Oooohhh.. Malu katanya. Kita berdua selalu blak-blakan apa adanya. Apa nggak jijik. Maass.. Lagi ngapain,” katanya.“Tadi kamu aku panggil-panggil tp nggak jawab, lalu aku masuk. Nanti gosong..” sahutnya.Dia selalu memasak sebelum berangkat sekolah supaya kalau ibunya pulang keliling menjajakan sayur, makanan sdh ada. Apa nggak jijik ya. Tahun 1972, aku sekolah di SD Negeri 01 yg letaknya kurang lebih 1 km dari rumah yg kutempuh dgn jalan kaki melewati persawahan dan kuburan. Aku bahagia sekali. Setelah itu dia masak dan keluar lagi untuk mencuci baju. Kok mentok?




















