”Masuk, Cah Sara” kataku dgn suara berwibawa. Kudengar ia terisak pelan:
“matur nuwun sanget Kakek.. Bokep Cina Tentu saja si wanita kecil nan bahenol itu berteriak, namun Pak Kartolo cepat-cepat minta maaf dan dgn lembut memberi penjelasan:
“E tidak apa-apa, Jum, itu tadi hanya air kembang kok. Aku pura pura tertawa lega:
“naah, kalau kamu tidak rasa sakit, dapat geli saja, artinya ilmunya memang belum masuk terlalu dalam. Namun bagaimanapun suasananya sangat asyik. Pak Kartolo memeluk saya, menciumi saya, di bibir dan di badan juga..” dadanya naik turun, seakan sesak membaygkan impiannya yg luar biasa itu.Aku semakin panas mendengar ceritanya itu:
“apanya saja yg dia cium, Cah Sara?” tanyaku.




















