“Ini sudah perintah adat. Bokepindo Saya ingin memberitahu soal kematian Indo, dan karma yang mungkin datang karena Sirawu Sulo.,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Mentang-mentang Ambo calon wakil rakyat. Bukannya tahun depan baru dilaksanakan?”“Kurang ajar. Sanro beserta rombongan mulai mengarak ayam dengan berjalan dari berbagai tempat ke Lapangan Mabbaranie, tempat Sirawu Sulo berlangsung. Keluargamu dari Bone kota bakal datang. Saya takut kalau itu cuma akal-akalan Ambo biar bisa sekalian kampanye. Jika kita tidak laksanakan, kampung bisa kena karma.”Kami memang percaya semua yang keluar dari bibir Sanro merupakan kalimat yang datang dari Tuhan. Saya tidak pernah menyangka akan berdebat dengan Ambo, Diiringi tangisan yang datang dari langit yang menurunkan air serupa jarum-jarum sehingga genting rumah seolah ditusuk-tusuk. Setelah sejak lama hingga usia saya mencapai dua puluh empat tahun, rumah kami selalu diramaikan dengan suara bernada rendah,




















