Ketika aku mencari Santi dengan pandanganku, dia juga sedang mencuri pandang padaku sambil tersenyum. Akupun hampir sampai. Bokep Mom Santi” kataku lagi sambil ngeloyor pergi menuju tempat hidangan.Aq pun menyantapnya nikmat. Sambil tersenyum nakal Santi kembali menjilati kemaluanku. “Kapan kita bisa melakukan lagi Pak” kata Santi mengharap ketika kami keluar ruangan meeting itu. “Lho Mas udah pikun ya.. Santipun kemudian tak sabar dan membuka kancing kemeja batikku. Sebelum sampai di toilet, ada sebuah ruangan kOsong,, sebuah meeting room, yang terbuka. Kasihan sekali pikirku. Akupun hampir sampai. God..” jawabnya. Mungkin dia sudah dengar kabar akan ke-playboyanku di kantor.“Ok saya tinggal dulu ya Pak Arief.. Memang payah juga bapak yang satu ini, tidak bisa membahagiakan istrinya. Gimana sih” Santi berbicara kepada suaminya yang tak sabar menunggu.




















