Ah bodoh. Duduk di tepi dipan. Bokep Korea Jagain sebentar ya..!Ya itulah kabar gembira, karena Iin lalu mengangguk.Setelah mengunci salon, Iin kembali ke tempatku. Aq terpejam menahan air mani yg sudah di ujung. Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aq hanya mendengus. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aq. Aq masih mematung. Angin menerobos kencang hingga seseorang yg membaca tabloid menutupi wajahnya terganggu.Mas Tut.. Baru saja aq memasang ikat pinggang, Iin menghampiriku sambil berkata,Telepon aq ya..!Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yg disobek sekenanya.




















