Ketika makan, matanya selalu memandangiku.Kalo aku lewat dekat mejanya, selalu dia senyum, dia berusaha mengajak aku berkomunikasi tetapi belum pernah berhasil karena ketika dia makan di resto itu, suasana sedang rame, sehingga aku dan juga waiter/waitress lainnya menjadi sangat sibuk melayani tamu.Suatu hari, dia berkunjung lagi ke restoku. Dia melingkarkan tangannya pada pundak ku dan mengelus-elus nya.Tak lama dia mulai menciumi bibir ku sambil meraba-raba toket ku. Bokep India pak, gede banget..”. Sepertinya duit beberapa juta enteng buat dia.Aku menduga pasti ada ujungnya, gak mungkin kan lelaki mau ngasi hp mahal begitu aja. Ahh.. Setelah reda kedutan nonokku, kontolnya dicabut dari nonokku, masih ngaceng keras dan berlumuran cairan nonokku.Aku ditelentangkan dan segera dia menaiki tubuhku.




















