Ini cewek cakeeep banget, kulit sama tangannya halus-putih bersih, wajahnya imut, sedikit tembem di pipi (tambah imuut.. “Maapin Iyan yaa.. Bokep live indo ‘kan?) dan juga lumayan tinggi untuk ukuran cewek. “La makan dulu yuk, Iyan tadi belum sempat makan nih,” aku tawarkan dia untuk makan. “Aku sendiri, siapa?” tanyaku. “Lala nih Yan… Lala yang kemaren malem di ‘B’, inget?”
“Oh iyaaa…! “Iya yuk, Lala sendiri juga lagi laper nih Yan, ke ‘TP’ saja yuk (salah satu plaza di kota ‘S’-ku ),” Lala terima tawaranku.Setelah taruh dari Estillo di pelataran parkir di top building aku dan Lala masuk di salah satu restoran untuk makan siang. Di dalam gedung ternyata sepi sekali yang nonton, habis film itu sudah lama diputar di bioskop-bioskop kotaku, dengan situasi seperti ini kami bisa seenaknya saja pilih tempat duduk.




















