Rumah ini dlm keadaan kosong seperti tidak berpenghuni,” kata Andhika sambil mengikuti Iangkah Annisa yang mengajaknya masuk ke dalam rumah. Bokep Tobrut Kopi pahit yaang ia beli di warung angkringan tidak mampu membuat matanya melek. Tugas seperti itu menjadi tanggung jawabnya sebagai pimpinan redaksi majalah kampus.Andhika menjulurkan kepalanya keluar jendela. Yaang ada adalah debu dan kotor di sana-sini. Mulutnya terkunci rapat karena menahan malu yaang sangat. Sungguh, itu bukan kebiasaan Annisa yaang selalu menolak dipegang apalagi diraba oleh pria yaang bukan muhrimnya. Namun gadis itu buru-buru menarik tangannya & memilih duduk agak menjauh dan Andhika. Di luar sana hujan masih menyisakan gerimis rinal. Namun bayangbayang wajah Annisa semakin pekat melekat di pelupuk matatiya.“Harus ke mana lgi aku mencarimu Annisa?” kata Andhika dalam hati.




















