Di depan terlihat 2 orang pejalan kaki menuju ke arah kami. Bokep Mama Sari memang pintar berimprovisasi. Tangan Sari kuraih kuletakkan di selangkanganku, lalu tanganku kembali ke susu segarnya. Lepas dari kemacetan tiba-tiba Sari memberi tawaran yang nikmat. Saatnya untuk mulai. Aku punya waktu untuk menurunkan tensi sehingga bisa bertahan lama. “Ih, Mas.., dilihat orang”, sergahnya menepis tanganku. Sekarang tonjolan putingnya lebih jelas, karena mengeras. Lurus ke Maribaya. Saatnya untuk mulai. Sekarang udah kemaleman. Sementara Sari membersihkan mulutnya dengan tissu. “Kita minum dulu ke sini, ya..?”, ajakku untuk mampir di tempat minum susu segar yang biasa ditongkrongi anak-anak muda. Mungkin karena aku memakai dasi sehingga aku dikiranya manager di BUMN ini, padahal aku hanya staf biasa di perusahaanku. “Maaf Mas, lain kali saya mau deh.., bener.




















