“Ya sudah sana,” kataku, “kamu bantu Inah di belakang. Bokeb malam ini aku harus menikmati lagi kenyalnya buah dada si Siti pikirku.. nanti dimarahin ibu pakk…”pintanya lirih sambil berusaha lari keluar kamar mandi.. Wah masih padat dan kenyal sekali, sehingga adikku mulai tegak.. Namanya Siti pa,” jelas istriku.Dibelakangnya berjalan dengan kepala tertunduk si pembantu baru ini. Karena takut nanti dia berteriak, akhirnya ku biarkan di keluar dari kamar mandi..Uhh… ini buah dada yang terkenyal dan terpadat yang pernah kurasakan… Awas kamu nanti Ti, janjiku pada diriku sendiri.. paak sudaaahhh…. “Paakk, jangan pak..”pintanya lemah..Tapi aku segera menghardiknya “Ayo, lanjutkan motongnya!!!” Dengan takut-takut dia melanjutkan kegiatannya dengan hati-hati, dan kembali aku menjulurkan telapak tanganku untuk meremas dadanya.Meski dia berusaha menghindar tapi aku malah berusaha untuk memasukkan tanganku kebalik kaus ketatnya, dan akhirnya




















