Aku pun merasa ketakutan. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku. Bokeb Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita itu.“Ohh..Erik”Pelan-pelan, tangan Erik menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar pinggul dan pahanya. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Mukaku terasa panas. Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. “Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Tak lama, aku pun tertidur lelap.Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14.




















