Reni menggeliat sedikit, tapi tidak menolak ketika aku membawanya kembali berbaring di atas ranjang. Bokep Jepang Tapi malam itu tidak seperti biasanya. Entah benar atau tidak, aku sendiri tidak peduli. Sementara gerakan-gerakan yang kulakukan semakin liar dan tak terkendali. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang.Terus terang waktu itu aku sebenarnya tertarik dengan salah seorang gadis di sana. Aku memandangi bercak-bercak darah yang mengotori sprei sambil memeluk tubuh Reni yang masih polos dan sesekali masih terdengar isak tangisnya.“Maafkan aku, Reni. Seharusnya kamu bilang sejak semula…”, kataku mencoba menghibur.Reny hanya diam saja. Sedangkan aku masih duduk di ranjang ini, bersandar pada kepala pembaringan.Aku menunggu sampai Reni keluar dari kamar mandi dengan tubuh terlilit handuk dan rambut yang basah.




















