Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!“Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Bokep Crot “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Tapi Abi kan manusia biasa. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Ucap isteriku kalem.“Iya. Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Selera makanku mendadak punah.




















