Aku sendiri duduk di belakang, di tengah, jadi bisa agak maju ke depan untuk mengobrol dengan Diah.Di sebelah aku duduk Hendi dan Jeby. Bokep Ojol Kemudian aku memperhatikan garis-garis tangannya. Maju atau mundur ya?Ketika itu Hendi mulai membuka kaos Diah, terlihat Diah hanya pasrah saja. Jujur saja, saat itu aku begitu kaget, garis tangan begitu amburadul yg menandakan kehidupan dia yg juga amburadul.Aku memperhatikan garis cintanya, kemudian aku berkata,“Kamu sangat susah mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, tapi baru-baru kamu menemukan orang tersebut, sayg kalian harus berpisah…”Aku menatap wajahnya, matanya yg besar terbelalak.“Teruskan…” kata dia.“Kalian berpisah karena persoalan yg sangat prinsipil, bisa masalah agama atau suku,” lanjut aku.“Aing nggak tahu pasti tapi orang tua dia atau orang tua kamu tak setuju dengan percintaan kalian…”Sekarang tatapan matanya yg liar menjadi lembut, terlihat sendu dan




















