Entah kenapa, mungkin badan Bapak besar dan tangannya ditumbuhi rambut-rambut halus yg cukup lebat.Padahal Bapak paling sayang padaku. Lidya melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tak percaya kalo aku sama sekali tak bisa apa-apa.“Kenapa diam saja..?” tanya Lidya merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.Namun tak.., Lidya tak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yg begitu indah dan manis sekali. Jav Sub Indo Namun sama Sekali aku tak bisa apa-apa. Apalagi sampai jatuh cinta. Apa saja yg aku inginkan, pasti dikabulkan. “Iya.”
“Memangnya ada apa?” tanyaku lagi. Suasananya sepi-sepi saja. “Iya.”
“Memangnya ada apa?” tanyaku lagi. “Kok Lidya nggak bilang sih..?”, aku mendengus sembari menatap Lidya yg jadi memerah wajahnya. Dan kebetulan sekali aku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yg cukup keren.




















