Aqu kembali melaqukan rutinitas keseharian menggeluti angka-angka yg gag ada ujungnya. Jam istirahat makan seperti biasa semua orang ngumpul di EDR untuk makan siang, dan suatu kebetulan lagi waktu nyari tempat duduk ternyata kursi yg kosong ada di sebelah Silvi, akhirnya aqu duduk disana dan menyantap makanan yg sudah kuambil.Setelah selesai makan, kebiasaan kami ngobrol ngalor-ngidul sambil menunggu waktu istirahat habis, karena aqu duduk disebelah dia jadi aqu ngobrol sama dia, padahal sebelumnya aqu males ngobrol sama dia.“Gimana kabar suaminya vi?” aqu memulai percakapan
“Baik pak.”
“Trus gimana kerjaannya? Bokep masih di tempat yg dulu?”“Sekarang sedang meneruskan studi di amerika, baru berangkat satu bulan yg lalu.”
“Oh begitu, baru tahu aqu.”
“Ingin lebih pintar katanya pak.”
“Ya baguslah kalau begitu, kan nantinya juga untuk mesa depan berdua.”“Iya pak.”
Setelah jam istirahat habis semua kembali ke ruangan




















