“Eriik!! Bokep Korea Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.Terlambat, aku sudah telanjang total. “Erriik!! Erik bergeser ke sampingku. Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. Celana dalamku juga akan dilepasnya. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat. “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. “Sempurna” katanya dingin. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.




















