Silakan ditunggu nggih.”Bapak itu kemudian berlalu ke arah dapur dan segera memyiapkan pesananku.Mataku berkeliling menelusuri suasana warung. Bokep Jilbab/Hijab Wajahnya ternyata cukup menarik, kulitnya putih dan hidungnya lumayan bangir. Postur tubuh walau tidak besar seperti binaragawan, tapi cukup kekar dan tegap. Kulihat bapak itu sedang berdiri dan menyeka keringat di dahi dengan punggung tangannya.Aku pun menyapanya, “Assalamualaikum, Mobilnya kenapa pak?”“Waalaikumussalam, Oh ini pak, saya gak ngerti tapi tadi sempat mati-mati mesinnya di jalan. Seorang bapak tua berusia sekitar lima puluh tahunan menyapaku ramah.“Selamat datang pak, silahkan silahkan.”Aku tersenyum dan mengangguk takjim menanggapi sapaan bapak tua itu. Kulihat pengemudinya membuka jok depan, sepertinya sedang memperbaiki sesuatu di bagian mesin.Aku pun beranjak masuk ke dalam warung. Seandainya saja pagi atau sore hari aku melewati jalan ini, tentu keindahan pantai Pasir Putih di Jalur




















