Aku tahu persis jalan tempat tinggalnya tersebut.Setelah menyerap informasi yang cukup, aku pun menghabiskan kopi dan membayar lantas kembali menaiki sepeda motorku. Anggap saja rumah sendiri…” Ujar Sinta memersilahkan ku duduk.“Iya, Mbak..” Jawabku sambil duduk di sofa.“Sebentar ya, Mas…” Sinta berlalu masuk, sepertinya ia ke kamarnya.Rumahnya cukup besar, ruang tamunya dipenuhi beberapa hiasan antik. Bokeplive Kali ini aku sedikit ragu untuk mengganti celanaku di hadapannya. Branya yang berwarna biru muda masih tertinggal di badannya, menutupi dua gundukan payudara indah yang siap kunikmati sesaat lagi. Siapa ya? Kenapa gak ajak pacarnya aja tinggal disini?” Tanyaku memancing, ingin tahu apakah ia punya pacar atau tidak.“Hahaha, maunya sih gitu mas tapi pacarnya aja gak punya…” Jawab Sinta sambil tertawa. Aku mengangguk. Meski aku menemukan dompet tersebut dan berniat mengembalikannya, tetap saja aku khawatir




















