“Ray, kamu tahu?”
“Apa?”
“Masalah Jay. Bokep Tobrut Dan hanya satu gadis untukmu. Namun kata-kata “bule” itu menambah emosi yang memang sudah terpancing sebelumnya. Kaki-kaki Chie mulai melingkari pinggulku yang bergerak-gerak menekan. Jay terlihat diam, matanya masih terpejam. Menggerakkan telunjuknya menelusuri garis-garis dadaku, membiarkanku tertawa kecil. Keperawanan itu datang dari hati, bukan dari sekedar selaput dara ataupun yang biasa disebut orang-orang darah malam pengantin.”
Kunyalakan batang rokok di sudut bibirku. “Hadiah ulang tahun yang indah…” tawaku. Jay. Jay terlihat diam, matanya masih terpejam. Dan karena itu pulalah aku tidak menghajarnya, walaupun itu adalah tujuanku sejak semula. Aku, aku? Ironis. Gadis kaya yang lebih suka naik becak daripada Mercedes. Kurangkul dia dan kubiarkan air mataku membasahi bahunya.PenutupJay menyukai Chie.




















