Sendirian.”Selanjutnya kita berdua diskusi soal bahasa Inggris sampai tiba saat makan siang dan Pak Martin tanya,“Udah laper, Et?” Aqu jawab,“Lumayan, Pak”.Lalu dia berdiri dari duduknya,“Kamu tunggu sebentar ya, di rumah. Maaf, ya”.Sembari tersenyum aqu menjawab dgn lirih, “tak apa-apa. Bokep STW Lumayan buat iseng-iseng”.Lalu aqu memancing, “Kok, tadi ada yg begituan”.Dia bertanya lagi, “Yg begituan yg mana”.Aqu bertanya dgn agak malu dan tersenyum, “Emm.., Ya, yg begituan, tuh. Kamar saya berantakan. Rupanya dia sudah betul-betul terbius nafsu dan tak ingat lagi akan kehormatannya sebagai Seorang Guru. Maa..aa..aaf, ya, Pak”.Pak Martin hanya tersenyum saja, “Ya. Gambar-gambarnya bukan main. Betapa kagetnya aqu sembari menoleh ke arahnya tetapi tampak wajahnya biasa-biasa saja.




















