Satu jam kemudian setelah aku selesai makan siang yang sudah agak sore, aku iseng-iseng telepon Yuni.“Mbak.. udah kamu jalan-jalan yang jauh sana pake mobilku, ini urusan orang dewasa, kamu nggak boleh ikut-ikut”, kataku sambil mengajak Yuni keluar. Bokep Family kenapa Mas, aku capek sekali, besok pagi aja Mas”, kata Yuni pelan. Perlahan kudekati dia dan kucium bibirnya untuk yang kesekian kalinya. Setelah BH-nya terlepas terlihat dua buah bukit yang berwarna putih dengan puting berwarna coklat muda menggantung dengan kencang.Kubopong dia ke tempat tidur dan kurebahkan dia ke sisi tempat tidur. “Kok sepi, di mana ortumu?”, tanyaku. Seorang perempuan setengah baya keluar dan membuka pintu pagar sambil berkata, “Mas yang mau ngantar komputer ya, silakan masuk dulu Mas, Mbak Yuni baru mandi”.Aku tidak langsung masuk tetapi mengambil barang-barang pesanan Yuni dan aku




















