Kutindih lagi dia. Bokeplive Dulu aku sempat lama berdiam di kota ini ketika kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di negeri ini. Ketika kubuka aku agak sedikit heran karena tukang pijatnya Mbak-Mbak berumur 45-an lebih kira-kira. Ah lega rasanya ketika dijawab bisa dan akan segera diantar.Sambil menunggu kedatangan tukang pijat aku mulai mencoba kembali menikmati acara-acara di layar TV. Auhh.. Mulai kuamati wajahnya untuk melihat lebih jelas seperti apa sebenarnya tampang Mbak ini. Tanpa banyak buang waktu langsung aku tengkurap di atas ranjang. Menggelegaklah kelelakianku. Tapi ternyata pikiranku sudah mulai melantur membayangkan nikmatnya ketika badan yang pegal hebat ini akan mendapatkan terapi pijat yang pasti akan memanjakan urat dan saraf-saraf yang telah mulai menuntut untuk dirilekskan sejak beberapa hari ini.











